Kamis, 21 April 2011

Suara Alam

Tak ada seorang makhluk pun
Yang mau menuliskan Qadar
Di lembar takdirnya
Jagat pun menghendaki
Hal yang sama

Alam tempat kita bertahta
Sudah tak terjaga
Bumi tempat kita bertasbih
Tak berseri lagi

Suram…… redup
Seperti rerumputan hijau
Yang telah tumbang oleh topan
Seperti sayap merpati yang   patah
Karena telah lelah terbang menghadang badai

Rona mentari tak lagi menghangatkan
Hanya panas panas
Panas yang menyiksa
Menggambarkan jahanamnya neraka
Garis angin khatulistiwa
Tak lagi hadirkan kesejukkan
Hanya pengap
Pengap yang menyesakkan
Menggambarkan pedihnya sakratulmaut

Tanah meranggas pecah
Di tengah memuncaknya cahaya
Alam menjerit memanggil keadilan
Yang hanya dapat bersembunyi
Di balik punggung emas materi
Semesta mengeluh pada hukum
Yang tak mampu lagi berdiri tegak

Dimana lestari yang selama ini dikumandangkan??
Dimana lestari yang selama ini disuarakan??
Dengar kawan
Dengarkan suara alam yang memanggilmu
Untuk tahu dan mengerti
Dengarkan suara semesta yang memanggilmu
Untuk sadar dan peduli


Tidak ada komentar:

Posting Komentar