Senin, 18 April 2011

Mun


Sudah terlalu pagi untuk kembali terlelap
Gema takbir dan adzan kembali mengajakku untuk bersujud

Di keremangan hati yang nyaris mendendam
Aku masih bertasbih di bawah kuasaNya
Di bawah panggilan suara hati
Yang menyuruhku bungkam

Lembut desahan nafas
Harum aroma tubuhmu
Hadirkan kecemasan
Yang padamkan auraku

Rindu yang selama ini hadir atas nama cinta
Masih juga belum terbalas
Rindu yang terluka
Karena selamanya terendap sepi

Butir-butir cinta yang telah terangkai
Biar menjadi tasbih
Temani shalatku, munajat dan doaku

Tuhan…..
Izinkan aku kembali tertidur
Dalam pelukkan ayat-ayatmu
Di malam selanjutnya
Izinkan cintaku terlelap abadi
Tanpa harus terluka
Hingga menemukan mimpi sucinya
Utuskan aku mataharimu
Dalam sakralnya pencarianku

Kitab-kitab kini telah mulai berdebu enggan tersentuh
Pustaka-pustaka yang dulu ku tulis penuh makna
Kini usang terpajang tanpa terpandang
Lusuh menjadi santapan waktu

Sudah terlalu senja untuk kembali terlelap
Gema takbir dan adzan kembali mengajakku untuk bersujud
Di keremangan hati yang nyaris mendendam
Ku jatuhkan talak atas segala kemunafikkan

Hina diri yang mengharap syurga, meminta amnesty - Mu
Sarat dosa ini ku bawa
Ampuni aku ya Allah
Astagfirullah…. astagfirullah…. astagfirullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar