Sudah terlalu pagi untuk kembali terlelap
Gema takbir dan adzan kembali mengajakku untuk bersujud
Di keremangan hati yang nyaris mendendam
Aku masih bertasbih di bawah kuasaNya
Di bawah panggilan suara hati
Yang menyuruhku bungkam
Lembut desahan nafas
Harum aroma tubuhmu
Hadirkan kecemasan
Yang padamkan auraku
Rindu yang selama ini hadir atas nama cinta
Masih juga belum terbalas
Rindu yang terluka
Karena selamanya terendap sepi
Butir-butir cinta yang telah terangkai
Biar menjadi tasbih
Temani shalatku, munajat dan doaku
Tuhan…..
Izinkan aku kembali tertidur
Dalam pelukkan ayat-ayatmu
Di malam selanjutnya
Izinkan cintaku terlelap abadi
Tanpa harus terluka
Hingga menemukan mimpi sucinya
Utuskan aku mataharimu
Dalam sakralnya pencarianku
Kitab-kitab kini telah mulai berdebu enggan tersentuh
Pustaka-pustaka yang dulu ku tulis penuh makna
Kini usang terpajang tanpa terpandang
Lusuh menjadi santapan waktu
Sudah terlalu senja untuk kembali terlelap
Gema takbir dan adzan kembali mengajakku untuk bersujud
Di keremangan hati yang nyaris mendendam
Ku jatuhkan talak atas segala kemunafikkan
Hina diri yang mengharap syurga, meminta amnesty - Mu
Sarat dosa ini ku bawa
Ampuni aku ya Allah
Astagfirullah…. astagfirullah…. astagfirullah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar