Suara langit bergema menjawab gaung hati
Dengan pijar udara yang mulai retak
Siap menumpahkan harap yang ku ingin
Kisah itu kini mendekat
Membias setiap celah dengan cahaya
Silau menutup mata dari segala luka
Yang pernah tertoreh
Andai langit bisa melihat
Mengintip segala sendu
Yang tercipta karenanya
Andai semesta dapat merasa
Betapa terang pijar mimpi yang menginginkannya
Genggam yang mulai menghangat
Mencairkan magma yang menutup dasar hati
Aku tak meminta banyak
Cukup jadikan dia bahagiaku
Di ujung waktu yang akan berganti
Aku tak meminta lebih
Cukup jadikan dia cahaya saat gelapku mulai memekat
Aku tak berharap banyak
Cukup jadikan dia puisi terindah dan terakhir
Yang pernah ku tulis saat tangan ini telah menemukan lelahnya
Aku tak berharap lebih
Cukup berikan waktu yang lebih untuk bersamanya
Hingga relung bumi mulai menipis
Menjadi debu yang hanya bisa hinggap di dedaunan kusam
Hingga bumi yang sarat dengan kisah
Melepaskan bebannya menuju akhir waktu
Hingga akhirnya raga ini
Menemukan tempat damai untuk berpusara
Hingga kelak jiwa menemukan ujung syurga untuk bersemayam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar