Sabtu, 11 Juni 2011

Heyyy..................
aku lupa hri ini kamu ulang tahun!! hanya saja aku mrasa sdikit lega, karena bs mlupakan hal2 ttgmu sdikt demi sdikit.Walau rsa itu msh ttp ad stiap kali alunan angin mmbawa kenangan dan mngingatkan betapa aku menginginkamu.
Angin khatulistiwa berhembus mengisi jagad, bintang timur kembali berkedip di sudut langit yang beku. Hari ini adalah hari 27 sejak kamu tersenyum melihatku dan bertepatan dengan hari bahagiamu saat umurmu bertambah dan mengucap harap untuk cepat mendapatkan pendamping yang akan setia disampingmu.
Huuhhh kamu memang tak menginginkanku, sedetik senyummu saat itu membuat seluruh hati dan rasaku bersorak seolah seluruh cahaya runtuh menimpaku dengan tawa bahagia saat ku temukan kedamaian di setiap detak jantungmu.
Tapi hari ini, di hari ke 27 kau mengabaikan aku dan membuat ketakutanku nyata semua harapan itu luruh menjadi bayang-bayang luka yang menyakitkan. Andai saja aku bisa membuat hatiku membencimu!!!! HatiQ ciut dan menggigil, aku takut menghadapi bulan yang bersinar di depanQ. Aku rapuh dalam kecemasan saat tahu, seluruh hati dan rasaku belum bisa meninggalkanmu. Aku sungguh tak bisa!!!
Tuhan... aQ hanya seonggok rumput liar yang hidup terlantar di tanah Mu, mengapa aku harus jatuh cinta pada bulanMu yang begitu indah. aQ tdk akan penah pntas brada disana..!!

AirmataQ kmbali brsorak mnang!! htiQ yg kalah mundur dari garis ketegarannya. Sakit rsanya saat tidk brdaya. Aku tidak mmpu, Tuhan!! aQ tidak akn prnah bs mnjadi bintangnya dan Tdk bs melupakannya!!

Rabu, 01 Juni 2011

:(

Mlm dtang lgi.. trun dngn sjuta kilau bintang yg mnawan. hadirkn sjuta rndu yg tak mmpu terbendung!! Tuhan... apa mksd dri smua prasaan ini, kw mmberiQ rndu yg bgitu indh nmun pahit untuk Qu nikmati. Ketakutan yg mnjadi momok itu akhirnya hrus mnang, Dia mnjawab katakutanQ.
Tuhan... sampai saat ini, hati dan smua ragaQ msih trus mnjerit agar smua perasaan ini brhnti mracuni smua dtak jantungQ. Tuhan... brulang kali aku mminta agar Kw tak mmbiarkn aQ jtuh cinta padanya. Perbedaan kami bgitu besar, aQ hx akn trluka dgn mnyimpan perasaan ini ya Allah. Dan akhirnya.......... aQ memang hrus trluka. Dia kini pergi tanpa mnyadari bhwa dia telah mninggalkan sbh belati yg trtancap d dlm htiQ, brlumur darah luka yg btuh waktu pnjang utk bs trobati.
Tuhan.... dgn sgenap keterbatasanQ sbgai manusia biasa, aQ kmbali mngetuk dinding lngitMu dngn doaQ. Kembalikan dia pdQ, bwtlah dia sadar btapa bsar rasa g ku miliki untuknya, jadikan dia ImamQ ya Allah, aQ bnar2 mnginginkannya, mski brulang kali bibirQ mngeluh n betekad melupakanx, htiQ msih enggan branjak dri hatinya. Aq mncintainya Tuhan!!!

Sabtu, 30 April 2011

Numpang curhat..>!!

kmaren, kmu dtang dan brhenti di sudut jln itu. mntapQ dgn snar mata yg sulit Qu phami. Ad rsa bngung, degdegan, heran yg brkecamuk saat itu. Ini bkan prtama kalinya aQ mlihatmu walau baru kali ini bgitu dekat. Hingga aQ bs mnangkap gris wjahmu yg saat itu sedikit jngkel krna lama menunggu. aQ mang sring mlihatmu, d jln, d plbuhan, d pntai, d acara syukuran tmnQ dan d bxk tmpat lgi. tp bru kali ini aQ mngnalmu lwt sbh nama. Entah mngapa aQ bgitu senang bs mngenalmu, bs brinteraksi dgnmu wlu hx sbh jlur maya yang tak terjangkau pmikiran kita. aQ tw kw ada wlu aQ tdk yakin kw mw ada untukQ. ad rs enggan di drimu stiap kali qu bca gtaran2 jemarimu di LDCq yg bgitu sderhana. aQ kcewa.... krn aQ ykin akn trluka bila suatu saat kw abaikan aQ.
Tak bxk lgi tmpat d htiQ yg akn bhagia, bila sebagian bsar yg tlah trisi byanganmu akn mngental dlm drah luka yg akan kw ciptakan nnti. kw psti akn brhsil mmbunuhQ. dlm kyakinanQ ats prsaan ini, aQ msih lrut dlm prtanyaanQ. Mengapa aQ hrus sprti ini??? mmendam rasa ini??? pdahal sbnanrx aQ sdh mnjaga htiQ, aQ tahu smua tdk akan mdh bila hal ini trjadi. Hx sj hti dan smua rasaQ malah brkonspirasi mlawanQ, mreka mmilihmu dan mngabaikan prmohonanQ yg msih sngat takut trluka lgi.
Kemaren, adlh hri yg sngat indh, mski brulang kali aQ brteriak it tdk bnar sparuh hti dan rasaQ mngakui, kmaren adlh hari trindah. aQ ingin sllu mlihatmu kmbli k sdut jlan itu dan aQ bs mnikmati getaran htiQ yg brontak. tpi tdk...... kw tdk nmpak. kw msh dsna dgn brbagai hal yg tdk Qu kthui.
Bintang timur tertidur d sudut langit mlm, ia mmudar brkelap kelip mngikuti rmbulan yg merana!! aQ yg ikut mngalir dlm suasana itu mmbiarkn lelah alam mengantrQ k sudut mimpi. Mngkin kelak aQ bs mlihatmu lgi, trsenyum d sdut jln itu!! trsenyum utk org yg kw cntai.

Kamis, 28 April 2011

Pembunuh Mimpi

aQ kmbli mmbunuh mimpiQ dgn seribu airmata, setitik tinta emas yg dulu smpat qu goreskan, buram kdinginan di tengah basahnya htiQ yg mnciut.
Lngit kmbli mnegurQ, sbh gmbaran msa depan suram muncul di pelataran gelapnya yg luas tanpa ada setitik cahaya pun yg membelaQ. Seolah semua mimpi yg pernah Qu tulis di dinding langit itu adlh sbh kesalahan bsar.
Sebait puisi angin lewat di wajahQ tnpa bs Qu bca. Ruang ini trlalu pngap utk bs mmberiQ nfas khidupn yg sbenarnya.


Kini...................
Saat laut dgn ombaknya mmpu merubah bukit2 psir mnjadi keperakkan, saat matahari mmpu melukis sekumpulan senja mnjdi keemasan atw hujan yg mmpu menjelmakan badai mnjadi pelangi. Apa yg bs Qu lkukan???
aQ bhkan tak mmpu mengankat tnganQ dan blang "aQ bisa"


Hari ini, kmbli Qu temukan sesal yg trsesat senang di hatiQ. Ibarat luka rembulan yg ingin brsembunyi dari senyum bintang, aQ ingin menepis kebenaran bahwa aQ g mmiliki rasa itu. aQ tidak mnginginkannya!!!!
 Tapi............................
AirmataQ tak sanggup lagi untuk berbohong.
aQ SAKIT ................. TUHAN....................
aQ SAKIT.................. ya ALLAH .................
aQ SAKIT.................. ROBBI..................


aQ takut dan sakit saat sadar,,,,,,,
aQ benar-benar telah JATUH CINTA padanya :)

Kamis, 21 April 2011

Getar Hati


Waktu terasa merangkak tak mau berlari
Barisan debu girang melepaskan diri
Dari belenggu tanah yang padat
Angin membisikan suara sendu
Yang membentuk laskar kesepian
Goresan-goresan tercipta tanpa terbaca
Usang terpajang tanpa terpandang
Hanya selembar kertas putih
Yang kelak menjadi saksi akan pernah hadirnya di sini
Hanya dingin, gelap dan sunyi yang selalu hadir
Mungkin telah habis masa bersama
Telah datang masa di mana aku harus terjepit, terhimpit roda kehidupan
Semua ini membuatku ingin berlari, mengadu
Ingin pulang ke rahim ibu
Semua begitu kuat, begitu berat, begitu keras melilit hingga menyesakkan nafasku
Mengapa semua ini harus datang saat aku sendiri??
Saat semua pergi, semua hilang, hanya karena bentangan jarak
Janji yang terlanjur terucap tak mampu tertunaikan
Teringkari dan lapuk bersama waktu yang bergulir menyapu hari
Hati terasa mati tanpa rasa
Raga terasa mati tanpa nyawa
Adakah sekeping maaf yang terselip
Untuk membersihkan bercak noda hitam ini ?
Hanya airmata penyesalan
Yang tak henti-hentinya mengalir
Seakan ingin mencuci segala kesalahan
Namun semua itu tak cukup
Mungkin waktu sedang mempermainkan aku
Takdir membiarkan bidukku hanyut lepas di laut bayangan
Dan bertualang di gaibnya mimpi
Aku kelak hanya akan menjadi harapan yang terlupakan
Kenangan yang tertinggal dan hati yang terbuang dari jasad pemiliknya
Menyakitkan ……
Seakan menghimpit auraku……
Aku ingin pergi meninggalkan semua ini, jauh…
Jauh dari berjuta hati yang dulu mendekapku erat
Mengikatku pada sebuah tali Persahabatan
Semuanya berakhir….
Tanpa maaf…
Tanpa kata….
Karena kesalahan tak termaafkan

" I'm falling in love "

luka angin brlalu, mninggalkan rayuan maut di tangkai2 rapuh dedaunan kering.Hidup yg brkalang tanah, mngharap sekeping nafas bumi yg tlah merantau jauh dri jntung khidupannya.
Awan kmbali berarak di singgasana lngit yg mnyelimuti kdinginan rembulan. aQ mnunduk saat nyanyianQ kandas di sayap2 bintang. LaguQ mngkin akn brakhir dlm chaya itu.
Qu mnunduk lgi saat desau angin mmbisikkan namamu di sudut bilik hampa tempatQ brsyair. Kini... aQ bhkan bisa mlihatmu saat mnutup mata. BibirQ kelu saat rnduQ padamu sesak mengisi seluruh hatiQ. Apa yg hrus qu lkukan???
Tuhan... aQ rapuh.
Tolong aQ Tuhan.....
aQ sungguh tak mmpu mnahan driQ utk tdk jtuh cnta pdanya!!
Tuhan... aQ mncintainya..!!!

Suara Alam

Tak ada seorang makhluk pun
Yang mau menuliskan Qadar
Di lembar takdirnya
Jagat pun menghendaki
Hal yang sama

Alam tempat kita bertahta
Sudah tak terjaga
Bumi tempat kita bertasbih
Tak berseri lagi

Suram…… redup
Seperti rerumputan hijau
Yang telah tumbang oleh topan
Seperti sayap merpati yang   patah
Karena telah lelah terbang menghadang badai

Rona mentari tak lagi menghangatkan
Hanya panas panas
Panas yang menyiksa
Menggambarkan jahanamnya neraka
Garis angin khatulistiwa
Tak lagi hadirkan kesejukkan
Hanya pengap
Pengap yang menyesakkan
Menggambarkan pedihnya sakratulmaut

Tanah meranggas pecah
Di tengah memuncaknya cahaya
Alam menjerit memanggil keadilan
Yang hanya dapat bersembunyi
Di balik punggung emas materi
Semesta mengeluh pada hukum
Yang tak mampu lagi berdiri tegak

Dimana lestari yang selama ini dikumandangkan??
Dimana lestari yang selama ini disuarakan??
Dengar kawan
Dengarkan suara alam yang memanggilmu
Untuk tahu dan mengerti
Dengarkan suara semesta yang memanggilmu
Untuk sadar dan peduli